Wagub Kaltim Tutup Festival Bekudung Betiung, Dorong Jadi Agenda Nasional KEN

oleh -23 views
oleh

TANJUNG REDEB – Gemerlap budaya dan semangat pelestarian adat mewarnai penutupan Festival Adat Bekudung Betiung yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-263 Kampung Tumbit Dayak, Selasa (30/6/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati Balai Adat (Rumah Sunta) Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, untuk menyaksikan puncak perayaan yang berlangsung meriah.

Momen penutupan semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Orang nomor dua di Kaltim itu hadir bersama Wakil Bupati Berau Gamalis, Camat Sambaliung Noor Alam, serta Kepala Kampung Tumbit Dayak Ahmad Jamlan. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya masyarakat adat.

Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap penyelenggaraan festival. Menurutnya, dukungan tersebut sangat dibutuhkan agar kegiatan budaya tetap dapat berlangsung secara berkelanjutan, meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Ia menegaskan, Festival Bekudung Betiung bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan pembangunan kampung berbasis potensi lokal.

“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berlanjut, tidak hanya untuk pelestarian budaya, tetapi juga pada sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, hingga pengembangan sumber daya alam yang dimiliki Kampung Tumbit Dayak,” ujar Jamlan.

Harapan senada disampaikan Kepala Adat Suku Dayak Ga’ai Kampung Tumbit Dayak, Muksin. Ia mengaku bangga atas kehadiran Wakil Gubernur dan Wakil Bupati Berau dalam penutupan festival. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi masyarakat adat untuk terus mempertahankan warisan budaya leluhur.

Muksin juga berharap Festival Bekudung Betiung dapat memperoleh pengakuan lebih luas dengan masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu agenda wisata budaya nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai kehadiran Wakil Gubernur menjadi bukti nyata bahwa pemerintah provinsi memberikan perhatian terhadap eksistensi budaya masyarakat adat di Kabupaten Berau.

Ia mengingatkan bahwa Berau memiliki tiga suku asli yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Kalimantan Timur. Karena itu, pelestarian adat dan tradisi harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat memperjuangkan Festival Bekudung Betiung agar masuk dalam Kharisma Event Nusantara. Ini akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi kemajuan pariwisata budaya di Berau,” kata Gamalis.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memberikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Tumbit Dayak yang dinilai berhasil menjaga nilai-nilai adat dan tradisi secara turun-temurun di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, budaya merupakan identitas sekaligus kekuatan daerah yang harus terus dipelihara agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Festival Bekudung Betiung harus terus kita jaga agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi penerus. Budaya adalah jati diri daerah yang tidak boleh hilang,” tegas Seno.

Tak hanya menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Seno juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah. Menurutnya, situasi yang aman akan memberikan rasa percaya bagi investor untuk menanamkan modal di Berau.

Ia menambahkan, kehadiran investasi juga diharapkan mampu mendorong perusahaan meningkatkan kontribusi melalui program tanggung jawab sosial (CSR), termasuk dalam mendukung pengembangan seni budaya, pelestarian adat istiadat, hingga pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung adat.

Dengan resmi ditutupnya Festival Bekudung Betiung tahun ini, pemerintah dan masyarakat berharap perhelatan budaya tersebut terus berkembang menjadi ikon budaya Kabupaten Berau, sekaligus mampu menembus panggung nasional sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.