TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Wakil Bupati Berau, Gamalis menegaskan bahwa menciptakan budaya sekolah yang aman dan bebas perundungan (bullying) merupakan tanggung jawab seluruh elemen, bukan hanya tenaga pendidik.
Menurutnya, upaya mencegah perundungan membutuhkan kolaborasi menyeluruh antara guru, siswa, orang tua, serta lingkungan masyarakat.
“Kerja sama antara pengajar, murid, dan lingkungan harus terus dilakukan,” tegas Gamalis beberapa waktu lalu.
Wabup Gamalis menjelaskan bahwa bullying tidak akan hilang hanya dengan aturan tertulis. Diperlukan pendekatan yang menanamkan empati, membangun kesadaran sosial, serta mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi di lingkungan sekolah.
“Semua harus peduli. Kalau ada tanda-tanda bullying, segera ditangani bersama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini. Setiap indikasi perundungan, sekecil apa pun, harus ditangani dengan cepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Gamalis menyebut bahwa guru memiliki peran besar sebagai panutan yang memantau perilaku siswa, namun pendidikan karakter tidak hanya dibangun di ruang kelas.
“Pendidikan karakter tidak berhenti di sekolah saja,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa pola asuh di rumah serta lingkungan sosial turut membentuk karakter dan kebiasaan anak. Karena itu, keterlibatan orang tua dan komunitas sangat diperlukan untuk memperkuat nilai-nilai positif.
Selain mengingatkan pihak sekolah, Gamalis juga memberikan peringatan tegas kepada siswa yang masih melakukan tindakan perundungan. Ia menilai bahwa perilaku tersebut tidak memberikan manfaat apa pun dan justru dapat merugikan masa depan pelakunya.
“Kami mengimbau murid yang suka melakukan perundungan agar segera menghentikan kebiasaan tersebut. Bullying tidak memberikan manfaat, malah merusak diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Ia berharap seluruh sekolah di Berau dapat memperkuat budaya saling menghargai, membangun solidaritas, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi semua siswa.
Gamalis menutup pesannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang positif.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Sudah semestinya kita bersama-sama menjaga mereka agar tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan karakter mereka,” katanya.
Pemkab Berau berencana memperluas program edukasi anti-bullying di sekolah-sekolah melalui kerja sama dengan dinas pendidikan, psikolog pendidikan, dan organisasi masyarakat.
(Silfa/ADV).








