, ,

Wabup Gamalis Dorong Kuliner Khas Berau Jadi Warisan Budaya dan Penggerak Ekonomi

oleh -139 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendorong pelestarian kuliner tradisional khas daerah agar semakin dikenal oleh generasi muda, masyarakat luas, hingga wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Berau.

Menurut Gamalis, kuliner tradisional merupakan bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya daerah yang perlu terus diperkenalkan serta dikembangkan. Sejumlah makanan khas Berau seperti Ancur Paddas dan Puncak Rasul dinilai memiliki potensi untuk menjadi bagian dari daya tarik wisata kuliner.

Upaya pelestarian tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba kuliner khas daerah, festival kue tradisional, maupun kegiatan kebudayaan lainnya.
Gamalis mengatakan, pengembangan kuliner khas Berau setidaknya memiliki dua aspek penting, yakni sebagai bagian dari sektor pariwisata sekaligus sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Dalam kuliner ini ada dua aspek yang harus kita tonjolkan. Pertama adalah aspek wisata kuliner itu sendiri. Adanya lomba kuliner khas Berau hari ini tentu dapat menjadi sebuah ajang promosi kebudayaan Kabupaten Berau, khususnya di bidang kuliner”, ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan makanan khas daerah bahkan telah menjadi bagian dari budaya yang terekam dalam lagu-lagu daerah Berau. Karena itu, masyarakat dinilai memiliki peran penting untuk menjaga keberadaan kuliner tradisional agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Dari sisi ekonomi, Gamalis berharap kuliner khas Berau dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis usaha yang mampu memberikan keuntungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, khususnya perangkat daerah yang membidangi pariwisata dan kebudayaan, untuk terus memberdayakan masyarakat dalam mengolah serta memasarkan berbagai produk kuliner tradisional.

Gamalis juga menyoroti pentingnya penyediaan kuliner khas Berau bagi wisatawan yang datang. Ia berharap hotel-hotel di Berau, termasuk Mercure Berau, dapat turut memperkenalkan makanan tradisional kepada para tamu.
Ia menilai, penyajian makanan khas daerah di hotel maupun berbagai kegiatan resmi pemerintah dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan kuliner Berau kepada pendatang dan wisatawan.

“Jangan sampai kita mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Berau, tetapi ketika mereka datang mereka kesulitan mencari apa kuliner khas Berau. Kita harus menyiapkan tempat atau ruang untuk memperkenalkan kuliner kita”, katanya.

Gamalis juga mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Menurutnya, pengalaman positif selama berada di Berau diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk ikut mempromosikan daerah tersebut ketika kembali ke daerah asalnya.

Sebaliknya, pelayanan yang kurang baik berpotensi menimbulkan kesan negatif yang kemudian dapat memengaruhi citra Berau sebagai daerah tujuan wisata.
Selain wisatawan, Gamalis menyebut konten kreator juga memiliki peran dalam memperkenalkan budaya dan kuliner khas Berau ke khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Termasuk para konten kreator. Ini juga bagian yang dapat mempromosikan budaya kita, termasuk kuliner khas Kalimantan dan Berau, agar semakin terdengar dan semakin terlihat di kancah nasional maupun internasional”, ujarnya.

Ia pun mendorong agar kuliner khas seperti Ancur Paddas dapat mulai disajikan dalam berbagai kegiatan daerah, mulai dari pelantikan, bimbingan teknis (Bimtek), pembukaan kegiatan, hingga berbagai agenda lainnya.

Di sisi lain, masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu, juga didorong untuk lebih produktif melalui pengembangan usaha kuliner tradisional seperti Puncak Rasul dan berbagai jajanan khas Berau.

Gamalis meyakini, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, kelompok masyarakat, sektor perhotelan, serta pelaku pariwisata dapat memperkuat upaya pelestarian sekaligus pengembangan kuliner khas Berau.

“Ketika kita bersinergi, maka keberhasilan insyaallah akan kita dapatkan”, pungkasnya.
(Silfaputri/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.