,

Sekda Berau Dorong Wartawan Tingkatkan Kompetensi dan Kedepankan Akurasi Data

oleh -154 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, menghadiri sekaligus membuka Workshop Relasi Media dalam rangka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Gedung RPJMD Bapperida Berau, Sabtu (12/9/2026).

Dalam sambutannya, Muhammad Said menegaskan pentingnya keberadaan pers sebagai salah satu pilar yang berperan dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi penyeimbang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Menurutnya, media tidak semata-mata bertugas mencari kekurangan pemerintah, tetapi juga dapat menjadi sarana evaluasi dan introspeksi terhadap berbagai kebijakan maupun pelaksanaan program pembangunan.

“Justru kalau kami melihat pers ini bisa menjadi evaluasi dan introspeksi kepada pemerintah. Bisa jadi selama ini kita menganggap pekerjaan kita sudah bagus, tetapi ternyata masih ada sisi-sisi lain yang perlu kita benahi, di situlah pentingnya media”, ujar Muhammad Said.

Ia berharap keberadaan wartawan di Kabupaten Berau mampu mengungkap fakta dan informasi yang benar, terutama terhadap hal-hal yang belum muncul ke permukaan, karena itu wartawan dituntut memiliki karakter, kemampuan, serta sikap kritis dalam menjalankan profesinya.

Ia uga mengingatkan agar setiap informasi yang akan diberitakan terlebih dahulu diverifikasi menurutnya pers harus berpegang pada data dan fakta agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

“Pers adalah penyaji data dan fakta. Ketika kita berbicara soal sesuatu, tentu harus diverifikasi lagi apakah itu benar-benar merupakan data atau fakta. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian disampaikan dan menimbulkan polemik”, katanya.

Ia mencontohkan perbedaan data yang terkadang terjadi antara laporan perangkat daerah dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam kondisi demikian, wartawan diminta melakukan konfirmasi kepada berbagai sumber sebelum mempublikasikan suatu informasi.

“Kalau mendapatkan informasi dari kepala dinas, mohon dikonfirmasi juga dengan data BPS, laporan dari dinas belum tentu merupakan data yang sudah terverifikasi, sedangkan data BPS memiliki metode dan proses yang jelas dalam menetapkan angka”, jelasnya.

Selain akurasi data, Muhammad Said menilai peningkatan kompetensi wartawan perlu dilakukan secara berkelanjutan menurutnya, pengalaman yang panjang dalam menjalankan profesi jurnalistik tidak berarti seseorang berhenti belajar.

Ia menyebut, perkembangan informasi, teknologi, serta perubahan regulasi membuat wartawan perlu terus memperbarui pengetahuan melalui pelatihan, bimbingan teknis, seminar maupun uji kompetensi.

“Walaupun wartawan sudah lama bekerja, tetap perlu dilakukan pembaruan melalui bimbingan teknis, seminar dan kegiatan lainnya. Paling tidak untuk mengupdate informasi dan aturan terbaru. Jangan sampai kita merasa apa yang sudah kita dapat selama ini sudah cukup”, ujarnya.

Muhammad Said juga menekankan bahwa kompetensi wartawan idealnya dibuktikan melalui sertifikasi. Sertifikasi tersebut, kata dia, menjadi salah satu indikator bahwa seseorang benar-benar memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Hal itu dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi pemerintah ketika berhadapan dengan wartawan maupun media yang melakukan peliputan di lingkungan pemerintahan.

“Profesi itu selain dibuktikan dengan kemampuan dan keterampilan, juga perlu dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi yang dimiliki, ini juga membuat pemerintah lebih nyaman ketika berhadapan dengan media”, tuturnya.

Workshop Relasi Media dan Uji Kompetensi Wartawan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta profesionalisme wartawan di Kabupaten Berau.

“Dengan kompetensi yang semakin baik, insan pers diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat”, tutupnya.
(Silfaputri/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.