,

Pemkab Berau Tegaskan Pelestarian Adat sebagai Fondasi Strategis Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

oleh -165 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya daerah bukan sekadar tanggung jawab moral, tetapi merupakan fondasi strategis dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyebut bahwa kekuatan identitas lokal menjadi kunci daya tarik wisata Berau di masa depan.

“Pelestarian adat bukan hanya menjaga warisan leluhur. Ini tentang membangun karakter daerah dan memperkuat daya tarik wisata berbasis identitas lokal,” ujar Sri.

Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, tetapi juga perlindungan hak masyarakat adat serta kelestarian lingkungan yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas budaya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Berau telah menyiapkan sejumlah program strategis. Di antaranya:

– Revitalisasi situs dan kawasan budaya
– Pembinaan sanggar seni serta kelompok kreatif
– Dukungan terhadap event dan ritual adat
– Pengembangan paket wisata berbasis kearifan lokal
– Penguatan kampung-kampung adat sebagai destinasi wisata budaya

Pemkab juga mendorong kolaborasi dengan tokoh adat, pelaku seni, dan generasi muda agar nilai-nilai tradisi tetap hidup dan terus diwariskan.

Sri menekankan pentingnya merumuskan standar pengelolaan wisata budaya yang berlandaskan prinsip keberlanjutan. Langkah ini dilakukan agar aktivitas wisata tidak sekadar mengejar aspek komersial, tetapi tetap menghormati nilai-nilai budaya yang dijalankan oleh masyarakat adat.

“Kami ingin wisata budaya tidak mengalami komersialisasi berlebihan yang bisa menghilangkan nilai otentiknya,” katanya.

Pemkab Berau juga menggandeng komunitas dan pelaku wisata untuk menyusun pedoman operasional yang mengutamakan keberlanjutan—baik dari segi lingkungan, ekonomi, maupun sosial budaya.

Menurut Sri, tantangan globalisasi dapat mengikis identitas daerah bila pelestarian budaya tidak dilakukan secara serius. Karena itu, pemerintah memastikan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam setiap proses pengembangan pariwisata.

“Masyarakat adat harus menjadi aktor utama. Mereka bukan hanya penjaga budaya, tetapi juga penerima manfaat dari sektor pariwisata,” tegasnya.

Sri juga berharap wisatawan yang datang ke Berau bukan hanya menikmati keindahan alam seperti pantai, pulau, dan konservasi alam, tetapi juga merasakan kekayaan budaya yang hidup, bernilai, dan dihormati.

Pemkab Berau optimistis bahwa langkah ini akan memperkuat posisi Berau sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya cantik secara alamiah, tetapi juga kaya secara budaya. Dengan penguatan pelestarian adat, pariwisata Berau diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi komitmen Pemkab dalam menjaga identitas Bumi Batiwakkal di tengah perubahan global yang semakin cepat.
(Silfa/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.