,

Pemkab Berau Masukkan Skenario Ketidakpastian Ekonomi Global dalam RPJMD 2025‑2030

oleh -360 views
oleh

TANJUNG REDEB, suaraberau.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memasukkan potensi ketidakpastian ekonomi global sebagai skenario utama dalam penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025‑2030.

Langkah ini dimaksudkan sebagai mitigasi dini terhadap kemungkinan dampak ekonomi yang dapat memengaruhi pembangunan dan keuangan daerah.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pentingnya Pemkab bersikap realistis menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

“Kondisi sulit ini sudah mulai terlihat di penghujung periode pertama kami bersama Bupati. Oleh karena itu, kami harus bersiap dari sekarang”,ujarnya.

Sebagai bagian dari antisipasi, Pemkab Berau memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 sebesar Rp 2,7 triliun. Angka ini mencerminkan kehati-hatian Pemkab dalam merencanakan anggaran di tengah kemungkinan terbatasnya sumber daya keuangan.

Gamalis menekankan bahwa persiapan matang tidak hanya soal angka, tetapi juga strategi prioritas belanja, efisiensi penggunaan anggaran, serta fleksibilitas menghadapi dinamika ekonomi.

“Dengan kondisi seperti ini, kita tak bisa mengandalkan asumsi stabilitas finansial. Setiap kebijakan harus responsif terhadap realitas. Kami ingin memastikan program prioritas tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik”,jelasnya.

Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait masa depan pembangunan Berau di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski begitu, para pengamat dan warga dipastikan akan terus memantau apakah komitmen efisiensi dan prioritas anggaran benar-benar diikuti dengan transparansi serta kualitas pelaksanaan di lapangan.

“Dengan memasukkan aspek mitigasi risiko ke dalam RPJMD, Pemkab Berau menunjukkan bahwa pembangunan daerah direncanakan tidak hanya berdasarkan harapan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi yang realistis, ungkapnya.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.