Pemkab Berau Genjot Penanganan Krisis Dokter Spesialis di RSUD dr. Abdul Rivai

oleh -171 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mengatasi krisis tenaga medis spesialis yang masih menghantui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengakui bahwa keterbatasan jumlah dokter spesialis menyebabkan pelayanan rumah sakit kerap kewalahan menghadapi tingginya jumlah pasien yang membutuhkan penanganan.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Berau telah mengirim delapan dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui jalur afirmasi. Program yang mulai berjalan sejak Desember 2024 tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Bumi Batiwakkal.

“Ini memang masalah, tapi pasti kami selesaikan. Kami ingin pelayanan kesehatan di Berau bisa setara dengan daerah lain, tegas Sri.

Ia menjelaskan, minimnya jumlah dokter spesialis saat ini mengakibatkan beban kerja tenaga medis meningkat signifikan. Kondisi paling mencolok terlihat pada dokter spesialis jantung yang hanya mampu melayani 10 hingga 20 pasien setiap harinya, sementara kebutuhan pemeriksaan mencapai ratusan orang.

“Situasi ini tidak ideal, karena jumlah dokter spesialis yang ada belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Sri menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. Selain memperkuat jalur pendidikan spesialis, Pemkab Berau juga mempertimbangkan opsi mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah dengan komitmen pengabdian di Berau.

“Bisa saja ambil dokter dari luar, asalkan mereka bersedia mengabdi untuk masyarakat Berau,” tuturnya.

Data RSUD dr. Abdul Rivai menunjukkan saat ini rumah sakit hanya memiliki 38 dokter spesialis, dengan empat di antaranya merupakan spesialis penyakit dalam. Sementara untuk bidang paru, THT, mata, kesehatan jiwa, jantung, ortopedi, hingga neurologi, sebagian besar masih ditangani oleh satu orang dokter.

Jumlah tersebut dinilai jauh dari ideal bila dibandingkan dengan total 34 dokter umum yang bertugas. Meski demikian, Sri menyebut sudah terdapat penambahan tenaga spesialis baru pada tahun ini, di antaranya spesialis bedah mulut dan spesialis anak.

Dengan berbagai langkah yang sedang ditempuh, Pemkab Berau berharap krisis tenaga medis spesialis dapat teratasi secara bertahap sehingga pelayanan kesehatan di daerah dapat semakin optimal dan merata.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.