,

Pemkab Berau Cetak Sejarah: Seluruh Kampung Keluar dari Status Tertinggal dan Sangat Tertinggal

oleh -180 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mencatat sejarah baru dalam pembangunan desa atau kampung, Untuk pertama kalinya, seluruh kampung di Berau berhasil keluar dari status tertinggal dan sangat tertinggal.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kapasitas masyarakat akar rumput.

Kabar membanggakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang mengumumkan bahwa dari 100 kampung di Kabupaten Berau, tidak ada satu pun yang berstatus tertinggal. Berdasarkan data terbaru Pemkab Berau, saat ini:
– 30 kampung berstatus berkembang
– 48 kampung berstatus maju
– 22 kampung telah mencapai status mandiri

“Ini patut kita syukuri. Karena tidak ada lagi kampung di Kabupaten Berau yang berstatus tertinggal. Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan seluruh masyarakat,” ungkap Sri Juniarsih dengan rasa syukur.

Sri menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar angka, melainkan indikator keberhasilan program pembangunan yang berorientasi pada pemerataan. Pemerintah daerah disebutnya terus mendorong kemandirian kampung melalui berbagai program strategis, seperti:

– Pembangunan infrastruktur dasar
– Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan
– Penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal
– Pengelolaan Dana Kampung yang lebih efektif dan produktif

“Kampung-kampung di Berau kini tidak hanya menjadi penerima program pembangunan, tapi juga pelaku aktif yang mampu mengelola sumber daya dan berinovasi,” tambahnya.

Keberhasilan ini, lanjut Sri, merupakan hasil gotong royong banyak pihak, mulai dari kepala kampung, lembaga adat, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, hingga mitra pembangunan lainnya. Pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah melalui program pemberdayaan juga berkontribusi besar dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah.

“Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga di kampung-kampung. Tidak boleh ada kesenjangan antara daerah pesisir, pedalaman, dan perkotaan. Semua harus maju bersama,” tegasnya.

Sri Juniarsih menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi tolok ukur keberhasilan visi pembangunan Berau yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, Pemkab Berau berkomitmen meningkatkan kerja sama lintas sektor untuk memastikan status kampung tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat dari segi kualitas hidup masyarakat.

“Target berikutnya bukan hanya menjaga agar tidak ada lagi kampung tertinggal, tetapi bagaimana seluruh kampung di Berau dapat naik kelas menjadi kampung maju dan mandiri. Kita ingin Berau menjadi contoh kabupaten dengan tata kelola pemerintahan kampung terbaik di Kalimantan Timur,” jelasnya.

Capaian ini sekaligus mendukung agenda pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan desa dan mengurangi kesenjangan wilayah. Berau menjadi salah satu kabupaten yang menunjukkan perkembangan signifikan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan fondasi yang semakin kokoh di tingkat kampung, Pemkab Berau optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas peluang usaha, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Silfa/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.