,

Maraknya Kemunculan Buaya, Pemkab Berau Siapkan Penangkaran untuk Kurangi Konflik dengan Warga

oleh -748 views
oleh

TANJUNG REDEB, suaraberau.com -Meningkatnya kemunculan buaya di sekitar permukiman warga di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Fenomena yang belakangan kian sering terjadi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, bahkan memicu tindakan ekstrem terhadap satwa yang sebenarnya dilindungi.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa pemerintah daerah sedang menyiapkan langkah strategis berupa pembangunan penangkaran buaya sebagai solusi jangka panjang. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan warga sekaligus melindungi kelestarian habitat buaya yang semakin terdesak oleh aktivitas manusia.

“Pemerintah tidak ingin masyarakat merasa terancam, tapi kita juga tidak boleh bertindak gegabah. Buaya adalah satwa dilindungi. Solusi terbaik adalah bagaimana kita bisa menjaga keselamatan warga tanpa mengabaikan upaya konservasi,” ujar Gamalis, belum lama ini.

Habitat Buaya Terganggu, Konflik Kian Meningkat

Menurut Gamalis, kemunculan buaya di wilayah yang sudah dihuni manusia tidak terjadi tanpa sebab. Perubahan lingkungan akibat pembangunan di bantaran sungai, alih fungsi lahan, serta menurunnya kualitas ekosistem perairan membuat buaya kehilangan ruang hidupnya.

“Ketika ekosistem sungai berubah, buaya akan mencari tempat baru. Namun tempat yang mereka masuki ternyata sudah menjadi kawasan permukiman. Inilah yang memicu munculnya konflik,” jelasnya.

Pemkab Berau memastikan penanganan dilakukan secara terukur, dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), hingga kecamatan dan pemerintah kampung. Rencana penangkaran buaya akan ditempatkan di wilayah yang dinilai aman dan sesuai secara ekologi.

“Kami akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk menentukan lokasi yang paling layak. Penangkaran ini bukan hanya soal memindahkan buaya, tetapi juga untuk konservasi dan edukasi masyarakat,” ungkapnya.

Sosialisasi dan Edukasi Warga Ditingkatkan

Selain rencana pembangunan penangkaran, Pemkab Berau juga akan memperkuat sosialisasi mengenai langkah-langkah aman ketika warga menjumpai buaya. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat tidak panik maupun mengambil tindakan yang membahayakan.

“Jangan sampai karena takut, masyarakat memburu atau membunuh buaya. Itu melanggar hukum dan merusak keseimbangan ekosistem. Kita ingin masyarakat memahami bahwa buaya bukan musuh, melainkan bagian dari alam yang harus dijaga,” tegas Gamalis.

Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemkab akan meningkatkan pengamanan melalui pemasangan rambu peringatan di titik rawan, patroli sungai, serta kerja sama dengan petugas keamanan.

“Keseimbangan antara keselamatan manusia dan kelestarian alam harus berjalan seiring. Dengan langkah terencana, kita bisa memastikan tidak ada korban dari kedua sisi,” ujarnya.

Solusi Jangka Panjang Berbasis Konservasi

Rencana penangkaran buaya ini diharapkan menjadi solusi menyeluruh untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa. Selain menjaga keamanan masyarakat, langkah tersebut juga memperkuat posisi Berau sebagai daerah yang memiliki komitmen tinggi terhadap konservasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Dengan pengelolaan yang tepat, Pemkab Berau berharap konflik serupa dapat ditekan, sekaligus menjadikan upaya konservasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Bumi Batiwakkal.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.