,

Krisis Dokter Spesialis di RSUD Abdul Rivai, Pemkab Berau Kirim Delapan Dokter untuk Pendidikan Lanjut

oleh -195 views
oleh

TANJUNG REDEB, suaraberau.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mengatasi krisis tenaga medis spesialis yang masih membayangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengakui bahwa keterbatasan jumlah dokter spesialis membuat rumah sakit kesulitan mengimbangi tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang telah ditempuh adalah pengiriman delapan dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui jalur afirmasi. Program ini mulai berjalan sejak Desember 2024 dan menjadi bagian dari rencana jangka panjang Pemkab Berau dalam memperkuat sektor kesehatan daerah.

“Ini memang masalah, tapi pasti kami selesaikan. Kami ingin pelayanan kesehatan di Berau bisa setara dengan daerah lain,” Ucapnya.

Sri menjelaskan, kekurangan tenaga spesialis menyebabkan beban kerja meningkat tajam, terutama untuk layanan tertentu seperti jantung. Saat ini, dokter spesialis jantung hanya mampu menangani 10 hingga 20 pasien per hari, sementara permintaan pemeriksaan mencapai ratusan orang.

“Situasi ini tidak ideal, karena jumlah dokter spesialis yang ada belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan persoalan ini, Pemkab Berau juga tengah melakukan kajian regulasi sekaligus menyiapkan kebijakan perekrutan yang lebih fleksibel. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah, dengan syarat adanya komitmen pengabdian di Bumi Batiwakkal.

“Bisa saja ambil dokter dari luar, asalkan mereka bersedia mengabdi untuk masyarakat Berau,” tambahnya.

Data RSUD dr. Abdul Rivai menunjukkan, rumah sakit saat ini memiliki 38 dokter spesialis, termasuk empat spesialis penyakit dalam. Namun, beberapa bidang seperti paru, THT, mata, kesehatan jiwa, jantung, ortopedi, dan neurologi masih ditangani hanya satu dokter spesialis masing-masing. Jumlah ini masih minim jika dibandingkan dengan 34 dokter umum yang ada.

Kendati demikian, Sri mengatakan sudah ada beberapa tenaga spesialis tambahan yang masuk tahun ini, seperti spesialis bedah mulut dan spesialis anak. Ia berharap langkah bertahap ini dapat memperkuat layanan kesehatan di Berau secara menyeluruh.

“Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus berobat ke luar daerah,” tutupnya.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.