Ketua Komisi II DPRD Berau Soroti Lonjakan Harga Beras, Desak Audit Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir

oleh -88 views
oleh

BERAU, SuaraBerau.com – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menyoroti serius hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Satgas Pangan Polda Kaltim bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD).

Dalam sidak tersebut, ditemukan masih banyak pedagang yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Rudi, temuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa rantai pasok beras di Kabupaten Berau belum berjalan tertib dan efisien. Ia menilai, kenaikan harga beras yang terjadi di tingkat pedagang bukanlah persoalan sepele, melainkan akibat dari distribusi yang terlalu panjang, sehingga harga melonjak tinggi saat sampai di tangan masyarakat.

“Ini bukan permasalahan sepele. Rantai pasok yang terlalu panjang membuat harga naik, dan masyarakat yang akhirnya menanggung dampaknya”, tegasnya.

Politisi yang membidangi sektor perekonomian dan perdagangan itu mengapresiasi langkah cepat Satgas Pangan dan Bapanas dalam melakukan sidak, namun ia menekankan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti hanya pada tahap penemuan pelanggaran. Menurutnya, perlu ada tindak lanjut yang konkret dari pemerintah daerah agar akar persoalan benar-benar teratasi.

Rudi mendesak Pemerintah Kabupaten Berau untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap rantai pasok beras, mulai dari produsen hingga pengecer. Audit ini dinilai penting untuk mengidentifikasi titik-titik rawan yang menyebabkan harga beras melonjak dan berpotensi merugikan konsumen.

“Perlu adanya audit dari hulu ke hilir mulai dari produsen, distributor, hingga pengecer—agar diketahui di mana titik yang menyebabkan kenaikan harga ini”, ujarnya.

Selain pengawasan, Rudi juga menekankan pentingnya penataan distribusi dan transparansi harga di tingkat pedagang. Ia menyarankan agar pemerintah memperkuat peran Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) dalam memantau arus barang dan mendorong keterlibatan Bulog untuk menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga.

“Jika distribusi beras tertata dengan baik dan stok terjaga, maka harga di pasar bisa kembali normal. Pemerintah daerah, Bulog, dan pelaku usaha harus duduk bersama mencari solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban kenaikan harga”, pungkas Rudi.
(Silfa/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.