,

Gamalis Dorong Kuliner Tradisional Berau Jadi Daya Tarik Wisata dan Ekonomi

oleh -71 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menghadiri Lomba Ancur Paddas, Lomba Puncak Rasul, dan Festival Kue Tradisional yang digelar di GOR Pemuda, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kuliner tradisional Kabupaten Berau kepada masyarakat, khususnya generasi muda, pendatang, dan wisatawan.

Dalam sambutannya, Gamalis menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Berau atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat makanan khas daerah Bumi Batiwakkal.

“Atas nama pemerintah, kami menyambut baik terselenggaranya kegiatan lomba hari ini, Ancur Paddas, Puncak Rasul sekaligus festival kue tradisional”, ujarnya.

Menurutnya, pelestarian kuliner tradisional tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Ia menyebut keberadaan lomba kuliner khas Berau dapat menjadi ajang promosi kebudayaan daerah, terutama melalui makanan tradisional yang menjadi identitas masyarakat Berau.

“Ini merupakan sebuah upaya bagaimana kita melestarikan kuliner atau makanan khas Kabupaten Berau yang sudah semestinya diketahui oleh seluruh generasi muda, pendatang maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Berau”, katanya.

Gamalis juga menilai terdapat dua aspek yang dapat dikembangkan dari kuliner tradisional, yakni pariwisata dan ekonomi. Menurutnya, makanan khas daerah dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Ia berharap kuliner tradisional seperti Ancur Paddas dan Puncak Rasul tidak hanya disajikan dalam kegiatan tertentu, tetapi dapat diperkenalkan secara lebih luas melalui berbagai kegiatan pemerintahan maupun event daerah.

“Selain prospek pariwisata, saya juga sangat berharap kuliner khas ini dapat menjadi sebuah pengembangan sebagai salah satu jenis usaha yang memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Berau”, tuturnya.

Gamalis juga mendorong hotel dan pelaku usaha jasa pariwisata di Berau untuk turut memperkenalkan makanan tradisional kepada para tamu.

Ia mencontohkan penyajian makanan khas Berau sebagai menu sarapan di hotel, menurutnya, hal tersebut penting karena wisatawan yang baru tiba di Berau terkadang mengalami kesulitan untuk menemukan makanan khas daerah.

“Jangan sampai kita mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Berau, tetapi mereka tidak menemukan kuliner khas kita. Kita berharap mereka pulang kemudian mempromosikan Berau secara positif di daerah mereka”, jelasnya.

Ia juga mengapresiasi peran hotel, termasuk manajemen Mercure, yang turut mempromosikan Kabupaten Berau melalui berbagai kegiatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain pelaku usaha pariwisata, Gamalis menilai konten kreator juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya dan kuliner khas Berau kepada khalayak yang lebih luas.

“Termasuk para konten kreator, ini juga bagian yang dapat mempromosikan budaya kita, termasuk kuliner khas Berau, agar semakin terdengar dan terlihat di kancah nasional maupun internasional”, ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar Ancur Paddas dan makanan tradisional lainnya dapat disajikan dalam berbagai kegiatan daerah, seperti pelantikan, bimbingan teknis, pembukaan event, dan kegiatan pemerintahan lainnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga dapat mendorong kelompok ibu-ibu untuk lebih produktif melalui pengolahan dan pengembangan makanan tradisional sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Saya yakin ketika kita bersinergi, maka keberhasilan insyaallah akan kita dapatkan”, katanya.

Gamalis kemudian secara resmi membuka Lomba Ancur Paddas, Lomba Puncak Rasul, dan Festival Kue Tradisional yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Berau ke-73 dan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb ke-216.
(Silfaputri/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.