DPRD Berau Dukung Pemkab Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pengembangan Pangan Lokal

oleh -170 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – DPRD Kabupaten Berau menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mengembangkan potensi pangan lokal.

Upaya ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari luar daerah.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kebijakan Pemkab yang mendorong optimalisasi pangan lokal merupakan implementasi nyata dari visi besar pembangunan ketahanan pangan daerah.

Menurut Sumadi, ketergantungan masyarakat Berau terhadap beras masih sangat tinggi, sementara sebagian besar pasokan beras tersebut didatangkan dari daerah lain seperti Sulawesi dan Pulau Jawa. Kondisi ini membuat Berau berada dalam posisi rawan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan dari luar.

Ia menegaskan bahwa Berau sejatinya memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam dan bisa menjadi alternatif pengganti beras. Mulai dari singkong, umbi-umbian, pisang, hingga bengkoang, semuanya mengandung gizi tinggi dan dapat diolah menjadi makanan pokok maupun makanan olahan bernilai jual.

“Potensi ini harus terus didorong agar masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga terbiasa mengonsumsi pangan lokal. Ini bagian dari strategi besar mewujudkan kemandirian pangan,” jelas Sumadi.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pengembangan pangan lokal tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan tetapi juga berdampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan mengajak petani, UMKM, dan pelaku industri rumah tangga mengolah hasil pertanian daerah, maka nilai tambah dapat tercipta hingga ke tingkat kampung.

Sumadi meyakini bahwa konsistensi Pemkab dalam mengampanyekan diversifikasi pangan akan memberikan manfaat jangka panjang. Selain mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah, upaya ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat edukasi dan promosi pangan lokal. Menurutnya, perubahan pola konsumsi tidak dapat terjadi tanpa adanya pemahaman masyarakat tentang keunggulan gizi dan nilai ekonomi produk pangan asli daerah.

“Melalui sosialisasi berkelanjutan dan kegiatan seperti festival pangan lokal, masyarakat bisa lebih mengenal potensi daerahnya. Kemandirian pangan dimulai dari kesadaran dan kebiasaan kita sehari-hari,” tegasnya.

Sumadi berharap sinergi antara Pemkab, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat. Ia menilai, transformasi menuju kemandirian pangan lokal akan lebih cepat terwujud apabila seluruh pihak berjalan pada visi yang sama.

Dengan adanya dorongan politik serta program yang terus digalakkan Pemkab Berau, pengembangan pangan lokal dipandang sebagai salah satu langkah konkret untuk memastikan Berau tidak hanya menjadi daerah yang kaya sumber daya, tetapi juga tangguh dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.
(Silfa/ADV).

No More Posts Available.

No more pages to load.