DPRD Berau Dorong Perluasan Beasiswa dan Hindari Tumpang Tindih Bantuan Pendidikan

oleh -431 views
oleh

TANJUNG REDEB, suaraberau.com -Komisi I DPRD Berau menggelar rapat khusus untuk membahas penguatan program hibah dan beasiswa pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi I, Elita Herlina, menegaskan komitmen dewan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan sekaligus memperluas cakupan penerima beasiswa.

Elita mengungkapkan bahwa tahun ini disiapkan anggaran sekitar Rp7,2 miliar yang diharapkan bisa masuk dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) perubahan. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan program hibah dan beasiswa yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

“Kalau ditotal ada anggaran sekitar Rp7,2 miliar untuk bisa dimasukkan ke ABT perubahan. Harapannya semua bisa terakomodir”,ujarnya.

Komisi I juga menekankan pentingnya sinkronisasi agar program bantuan pendidikan daerah tidak tumpang tindih dengan program lain, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat maupun GratisPol dari pemerintah provinsi.

“Jangan sampai program yang ada menjadi tumpang tindih, sehingga penerima bisa mendapatkan bantuan ganda. Bagian Kesra sudah memastikan agar program satu dengan yang lain tidak saling tumpang tindih”,tegas Elita.

Ia juga meluruskan bahwa GratisPol bukanlah program beasiswa, melainkan skema pendidikan gratis dari jenjang SMA hingga S3 yang sudah mulai berjalan melalui anggaran perubahan provinsi tahun ini.

Selain pemerataan bantuan, Komisi I mendorong pengembangan Beasiswa Berau Cerdas agar cakupannya diperluas, tidak hanya berhenti di jenjang S1. Elita menilai beasiswa daerah sebaiknya juga diarahkan untuk pendidikan spesialis, terutama dokter, guna menjawab kebutuhan tenaga medis yang masih terbatas di Berau.

“Kami mengusulkan agar Beasiswa Berau Cerdas bisa menjangkau pendidikan spesialis, seperti dokter. Harapan kami, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka bisa mengabdi di daerah kita”, paparnya.

Tak hanya itu, Elita menilai bahwa sosialisasi program beasiswa juga perlu ditingkatkan. Banyak masyarakat disebut masih kebingungan karena kurangnya informasi detail mengenai skema Beasiswa Berau Cerdas.

“Harus ada promosi yang lebih gencar agar masyarakat paham betul teknis dan syaratnya. Jangan sampai ada kebingungan di lapangan”,pungkasnya.

Rapat ini diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan pendidikan daerah, sekaligus memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Berau.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.