DPRD Berau Dorong Kampung Perkuat BUMK di Tengah Efisiensi Anggaran 2026

oleh -431 views
oleh

TANJUNG REDEB, suaraberau.com -Kebijakan efisiensi anggaran daerah yang direncanakan berlaku pada 2026 mulai menjadi perhatian besar di Kabupaten Berau.

Dengan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, aparatur kampung diminta mencari strategi baru agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan masyarakat tetap optimal.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, menilai bahwa pemerintah kampung tidak bisa terus bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah daerah. Ia menegaskan perlunya kreativitas dan inovasi dalam menggali potensi ekonomi lokal yang dapat menjadi sumber pendapatan mandiri.

Menurutnya, kampung memiliki ruang luas untuk mengembangkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) melalui berbagai program berbasis potensi wilayah. Salah satu instrumen yang dinilai sangat strategis namun belum dimaksimalkan adalah Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

“BUMK ini sebenarnya menjadi jalan bagi kampung untuk memiliki sumber anggaran sendiri. Kami sangat mendukung pengelolaannya, selama tidak melanggar aturan yang ada”,kata Suriansyah.

Ia menambahkan bahwa seluruh kampung di Berau pada dasarnya telah memiliki BUMK, sehingga struktur kelembagaan sudah terbentuk. Tantangan yang tersisa adalah bagaimana mengelolanya secara profesional, berkelanjutan, dan mampu memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Semua kampung sudah punya BUMK. Ini modal sangat baik, tinggal bagaimana diatur pengelolaannya agar benar-benar memberikan manfaat”,tegasnya.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat itu menyebutkan, Berau memiliki kekayaan alam yang besar dan dapat menjadi pendorong utama perekonomian kampung. Ia menilai sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai peluang paling menjanjikan bila dikembangkan secara serius.

Ia mendorong pemerintah kampung melakukan pemetaan potensi unggulan di wilayah masing-masing, lalu mengolahnya menjadi unit usaha produktif melalui BUMK. Dengan langkah tersebut, kampung dinilai mampu bertahan dan bahkan berkembang di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Fondasi itu sudah dimiliki Berau. Tinggal dikembangkan. Kampung yang serius mengelola potensi pariwisatanya dengan baik pasti akan maju dan berkembang”,pungkasnya.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.