Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi: Membangun Kesadaran Objektivitas dalam Media Massa

oleh -850 views
oleh

TANJUNG REDEB, Suara Rakyat Berau – Dalam upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya objektivitas dalam media massa serta meningkatkan keterampilan jurnalistik dan fotografi di kalangan generasi muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi di ruang Multimedia Dispusip, Rabu (12/6/2024).

Acara ini dihadiri oleh rekan-rekan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Berau dan perwakilan dari ISOmoto yang turut memberikan wawasan sebagai pembicara.

Sunarto, Sekretaris Dispusip, menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi mereka dalam acara tersebut.

“Pers merupakan pilar keempat demokrasi yang kebebasannya dilindungi undang-undang. Oleh karena itu, insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dengan memperhatikan kode etik jurnalistik yang berlaku,” ujarnya.

Sunarto menegaskan pentingnya keobjektivitasan dalam penyajian informasi media massa, sehingga masyarakat dapat menerima fakta kebenaran bukan hoaks.

“Kita perlu memahami bahwa informasi yang disajikan oleh media massa harus mengedepankan keobjektivitasan untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Sunarto juga menyoroti peran fotografi dalam membentuk opini publik.

“Banyak yang bisa memotret, namun tidak semua memberikan makna dan manfaat. Oleh karena itu, pelatihan ini juga mencakup dasar-dasar fotografi dengan memperkenalkan kamera DSLR/Mirrorless sebagai penyalur hobi serta syarat penting dalam melengkapi berita di media massa,” ungkapnya.

Pelatihan ini dianggap penting untuk menunjang kreativitas dalam menulis berita dan pengambilan gambar, yang nantinya dapat diaplikasikan dalam media sosial.

“Pengguna media sosial saat ini sangat banyak, dan pelatihan ini bisa menjadi wadah dalam mengembangkan bakat, baik dalam penulisan maupun fotografi. Kami berharap kedepannya acara semacam ini dapat dilaksanakan kembali mengingat minat yang tinggi dari masyarakat. Sayangnya, kuota peserta untuk pelatihan kali ini hanya dibatasi 35 orang,” pungkas Sunarto.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi awal bagi munculnya bibit-bibit baru jurnalis muda yang handal, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya keobjektivitasan dalam media massa di kalangan generasi muda.
(Silfa).

No More Posts Available.

No more pages to load.