Batik Khas Berau Kian Diminati, Jadi Simbol Identitas dan Penggerak Ekonomi Kreatif

oleh -221 views
oleh

TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com Batik motif khas Berau kini menjelma menjadi kebanggaan baru masyarakat Bumi Batiwakkal.

Kain batik yang memvisualisasikan kekayaan budaya dan alam Berau tersebut terus mengalami peningkatan popularitas, menjadi pilihan utama berbagai kalangan mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum.

Meningkatnya minat masyarakat turut mendorong geliat industri batik lokal. Para perajin mulai merasakan dampak positif berupa bertambahnya permintaan pasar. Batik khas Berau tidak lagi sekadar produk fesyen, tetapi telah menjadi simbol identitas daerah sekaligus wujud kecintaan terhadap budaya lokal.

Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mendorong perkembangan industri batik terlihat melalui diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Batik Khas Daerah**. Regulasi tersebut mengatur sekaligus mendorong penggunaan batik khas Berau dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa batik khas Berau memiliki nilai strategis, bukan hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Motif batik Berau, yang menggambarkan kekayaan alam, warisan budaya, serta kearifan lokal, telah memperoleh hak cipta resmi dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai bukti keaslian dan keunikannya.

“Batik khas Berau adalah hasil karya anak daerah yang menggambarkan identitas dan karakter Bumi Batiwakkal. Kami ingin seluruh masyarakat merasa bangga mengenakannya, baik dalam kegiatan formal maupun non-formal,ujar Sri Juniarsih.

Ia juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pendidikan, instansi vertikal, serta pelaku usaha untuk ikut mengenakan dan mempromosikan batik khas Berau. Menurutnya, langkah ini menjadi dukungan nyata terhadap industri batik sekaligus memperkuat kesejahteraan perajinnya.

“Dengan mencintai dan memakai batik khas daerah, berarti kita ikut menjaga warisan budaya sekaligus mendukung ekonomi kreatif di Berau,tambahnya.

Dari sisi ekonomi, industri batik lokal membuka banyak lapangan pekerjaan, terutama bagi perempuan dan generasi muda baik di perkotaan maupun di perkampungan. Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pelatihan, pendampingan, serta akses promosi dan pemasaran hingga tingkat regional dan nasional.

Selain itu, Pemkab Berau tengah menjajaki kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta serta pelaku industri kreatif. Upaya ini diharapkan dapat mendorong batik khas Berau menembus pasar yang lebih besar, sehingga tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain di Indonesia.

Dengan dukungan penuh pemerintah dan antusiasme masyarakat, batik khas Berau berpotensi menjadi ikon budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif daerah.
(Silfa/ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.