TANJUNG REDEB, SuaraBerau.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat memimpin kegiatan Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Tanjung Redeb.
Dalam sambutannya, Muhammad Said menekankan bahwa percepatan ekonomi hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja dalam satu visi yang terintegrasi. Menurutnya, koordinasi lintas instansi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Diperlukan koordinasi lintas sektor, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta komitmen bersama untuk mengintegrasikan program dan kebijakan secara harmonis,” ujarnya.
Said mengungkapkan bahwa empat dari enam misi pembangunan daerah Kabupaten Berau berfokus langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Di antaranya adalah pengembangan ekonomi kreatif dan inovatif untuk meningkatkan pendapatan per kapita, pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan berusaha, percepatan pembangunan berbasis potensi lokal, serta penguatan sektor pariwisata dan UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.
Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi di daerah harus sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran pada 11 Juli 2025 sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Berau telah membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang melibatkan unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI/Polri, BUMD, pelaku usaha, serta mitra pembangunan. Tim ini diberi mandat untuk menjalankan sembilan langkah strategis percepatan ekonomi.
“Tim ini diharapkan dapat bekerja optimal dalam melaksanakan sembilan langkah konkret percepatan ekonomi daerah,” jelas Said.
Sembilan langkah tersebut meliputi percepatan realisasi APBD, peningkatan investasi PMA dan PMDN, percepatan proyek infrastruktur strategis, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-impor ilegal, serta perluasan lapangan kerja. Selain itu, peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, penguatan industri manufaktur, hingga kemudahan perizinan usaha menjadi fokus yang turut ditekankan.
Menutup arahannya, Muhammad Said menegaskan bahwa keberhasilan program percepatan ekonomi daerah sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Kolaborasi yang kuat, katanya, merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Berau.
(Silfa/ADV).






